Wirabumi Software BIS

Openbravo and Pentaho Implementor. World Class Services and Competency.

  • Besarkan font
  • Font Normal
  • Kecilkan font

Menghitung Average Cost untuk Inventory Valuation di Openbravo ERP

E-mail Cetak PDF

Openbravo ERP memiliki fitur yang dapat menghitung nilai persediaan (Inventory valuation) secara otomatis. Berikut adalah tutorial Openbravo dalam menggunakan pengakuan persediaan (inventory valuation) menggunakan metode average costing dengan prinsip perpetual. Pada tutorial ini juga akan dijelaskan bagaimana melihat report untuk mendapatkan berapa nilai persediaan kita (inventory value) di setiap gudang. Openbravo ERP belum mendukung metode FIFO dan LIFO. Openbravo ERP menggunakan prinsip perpetual inventory dalam pengakuan persediaan, Openbravo ERP tidak mendukung penggunaan prinsip periodic inventory. Tidak semua produk akan dihitung average cost-nya. Hanya produk dengan flag average cost yang akan diupdate. Untuk menentukan produk dengan flag average cost, anda dapat mengatur flag tersebut pada window product tab product field cost type. Pilih average sebagai cost type.

Hal-hal berikut adalah transaksi yang bisa merubah harga rata-rata sebuah produk:

  1. Penerimaan barang di gudang (Goods Receive)
  2. Pembelian (Purchase Invoice)
  3. Stock opname (Physical Inventory)
  4. Produksi (Bill of Material - BOM, Production)
sedangkan hal lain yang bisa mengubah harga secara tidak langsung adalah:
  1. Transfer antar gudang (Goods movement)
Khusus untuk goods movement, sebenarnya tidak terjadi perubahan asset (dalam kasus ini asset=persediaan), namun terjadi perubahan kepemilikan persediaan (karena dalam goods movement terjadi perpindahan antar warehouse, yang biasanya warehouse-warehouse itu berbeda organisasi).
Rumus matematika yang digunakan adalah:


newAverageCost = nilai average cost baru setelah ada update (1 dari 4+1 transaksi yang saya sebutkan diatas)
oldAverageCos = nilai average cost sebelum update
oldQty = jumlah persediaan sebelum update
newQty = persediaan tambahan yang baru saja dimasukkan (faktor untuk mengupdate, 1 dari 4+1 transaksi yang disebutkan diatas)
newPrice = harga perolehan atas persediaan tambahan yang baru saja masuk
contoh perhitungan:
jumlah persediaan = 10 unit
average cost = 1.000
pembelian baru = tambahan persediaan = 5 unit
harga pembelian = 1.100
oldQty*oldAverageCost = 10 * 1000 = 10.000
newQty*newPrice = 5 * 1.100 = 5.500
oldQty+newQty = 10 + 5 = 15
newAvaregaCost =
Jadi, setelah ada 1 saja dari 4+1 transaksi yang saya sebutkan diatas, mekanisme perhitungan ini harus dijalankan untuk update average cost. Namun Openbravo ERP melakukan serangkaian validasi sebelum proses ini dijalankan. Berikut adalah hal yang akan divalidasi:
  1. tidak boleh ada stock opname yang sudah dipost dengan tanggal yang lebih muda dari tanggal hari ini
  2. tidak boleh ada BOM atau production yang sudah dipost dengan tanggal yang lebih muda dari tanggal hari ini
  3. tidak boleh ada goods receive yang sudah dipost dengan tanggal yang lebih muda dari tanggal hari ini
  4. tidak boleh ada goods movement yang sudah dipost dengan tanggal yang lebih muda dari tanggal hari ini
Jika dilihat dari serangkaian validasi yang dijalankan, tentu saja ini akan menyulitkan anda. Mengapa? Karena ada tidak boleh post transaksi di 4 validasi tersebut, sebelum proses update average cost. Ini memang dilematis, jika tidak divalidasi, perhitungan average cost jadi tidak akurat. Sementara jika dijalankan prosedur entri data 4 transaksi tersebut jadi sulit. Hal ini pula yang mendasari beberapa perusahaan tidak menerapkan perpetual inventory, dan lebih memilih periodic inventory. Hal ini dikarenakan periodic inventory lebih mudah dilaksanakan, namun mengorbankan akurasi persediaan, karena pencatatan persediaan tidak real-time.
Tetapi, Openbravo memberikan tool untuk mensiasati ini. Kuncinya ada 2:
  1. gunakan accounting server background process untuk posting otomatis, fitur ini tersedia by default.
  2. gunakan reset accounting untuk un-post transaksi.
cara menggunakan tool diatas adalah:
  1. pastikan accounting server background process telah dijalanakan secara periodik
  2. sebelum update average cost, reset dulu accounting posting. Gunakan menu: Financial Management > accounting > transaction > reset accounting. centang delete accounting entries, klik OK. maka transaksi anda akan di-unpost.

  3. jalankan proses update average cost. Gunakan menu: Warehouse management > transaction > generate average cost. Klik OK.

  4. untuk melihat hasil perhitungan, buka salah satu produk (misalnya: Grand beer, client: smallbazaar) melalui menu master data management > product, buka tab costing.
  5. nilai product cost pada langkah (4), berimplikasi pada valued stock report (laporan nilai persediaan). buka laporan ini melalui menu: Warehouse Management || Analysis Tools || Valued Stock Report. masukkan paramter berupa tanggal (direkomendasikan tanggal hari ini) dan gudang (warehouse). anda akan mendapatkan berapa nilai uang atas persediaan anda digudang tersebut per tanggal tesebut, sebagaimana anda tuliskan dalam parameter.

  6. tunggu sebentar, transaksi anda yang lain akan dipost ulang oleh accounting server background process.
Demikianlah, product (Green beer) sudah diupdate average price-nya.
Terakhir Diupdate pada Jumat, 08 Juni 2012 03:05  

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

--------------------------------------
Zaien Aji Trahutomo
zaien@wirabumisoftware.com
+ 62 89 777 20002
--------------------------------------
Putra Agung Harlan Jayadi
agung@wirabumisoftware.com
+62 81 733 3990
--------------------------------------

 

Who's Online

Terdapat 4 Tamu online